Judul : Louis Pasteur “Penemu Serum”
Penulis : Dian Ansorie
Penerbit : PenerbitDjambatan
Tahunterbit : 1976
Tebal buku : 30 halaman
Sinopsis :
Louis
Pasteur adalah anak dari Jean Pasteur, seorang penyamak kulit yang pindah dari
desa kecil Dole, wilayah Bourgondia, di kaki pegunungan Jura, Prancis ke kota
Arbois, Prancis. Louis adalah anak yang pandai sejak kecil disekolahnya,
walaupun ia sering dihukum oleh gurunya karena sering kedapatan tidak menyimak.
Tetapi, ia sangat menggemari satu pelajaran yaitu menggambar.
Ketika
Louis menempuh jenjang perguruan tinggi di Paris, dia terdaftar sebagai
mahasiswa ilmu alam dan kimia. Sebagai mahasiswa yang rajin, tekun dan penuh
semangat, ia mendapat perhatian dari dosen-dosennya. Sehingga dari tahun ke
tahun dia selalu naik tingkat dengan angka-angka yang gemilang.
Setelah
menamatkan sekolahnya, dia diangkat menjadi asisten salah seorang profesor yang
mengagumi kepandaian dan keuletannya. Dia dikenal sebagai sarjana yang paling
tahan duduk di laboratorium. Setelah memberikan kuliah, dia selalu menyibukkan
diri di laboratorium. Berkat keuletannya melakukan percobaan dan penelitian, dia
berhasil dalam berbagai penelitian. Salah satu hasil penelitiannya yang dikenal
oleh masyarakat adalah debu sebagai bakteri yang dapat membuat susu menjadi
masam dan anggur menjadi kecut.
Profesor
itu semakin percaya dengan kemampuan Louis. Dia ditarik untuk memberi kuliah
pada mahasiswa ilmu alam dan kimia di Strassburg dan Dijon. Di Strassburg dia
berkenalan dengan Marie Laurent, anak dari direktur utama universitas tersebut,
lalu dia menikahi Marie. Marie selalu membantu dia, karena Marie memposisikan
diri sebagai istri seorang ilmuan dan ibu dari lima orang anak, sehingga Marie
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Louis.
Louis
mulai masuk didunia kedokteran dengan mengemukakan pendapat bahwa proses yang
menyebabkan manusia menjadi sakit tidak berbeda dengan proses menjadi masamnya
anggur dan susu. Dan pendapat itu ditentang oleh semua pihak. Dia dianggap
sinting dan dituduh anti Tuhan. Dia mengatakan bahwa dokter lah yang menularkan
penyakit pada pasiennya dengan pakaian yang dikenakannya setelah membedah
pasien, digunakan untuk menangani pasien yang lain dan alat-alat kedokteran
yang tidak pernah dicuci bersih setelah digunakan untuk membedah pasien.
Tetapi, pendapatnya itu menuai banyak pertentangan, bahkan dia selalu dihina
dan dicemooh oleh masyarakat dan dianggap sebagai sarjana kimia sinting yang
ingin diakui oleh dunia kedokteran. Ketik dia berhasil membunuh bakteri-bakteri
yang membuat anggur menjadi masam dengan cara pemanasan, ada beberapa dokter
yang tertarik kepada pensucihamaan yang dilakukan oleh Louis. Saat ini
pensucihamaan lebih dikenal dengan sterilisasi dalam istilah kedokteran.
Walaupun
setiap hasil percobaan yang dilakukan Louis selalu mendapat penghinaan dunia
kedokteran, namun dia tak pernah bosan untuk meneruskan penelitiannya. Semua
yang dikerjakannya adalah untuk dunia kedokteran. Pembuatan serum, yaitu
bakteri-bakteri yang telah dilemahkan, terus ditingkatkan. Dia sering datang ke
rumah sakit untuk mempelajari berbagai penyakit. Hasil penyelidikannya
mengantarkan dia kepada pembuatan serum pencegahan. Tetapi, usahanya tetap saja
dicemoohkan oleh dunia kedokteran. Ketika ada seseorang yang membawa anjing gila
ke laboratoriumnya. Dia meneliti bakteri-bakteri penyakit dalam tubuh anjing
tersebut, lalu dikembangkannya dalam otak kelinci dan binatang-binatang lain.
Setelah mengalami proses yang panjang dan melakukan percobaan yang sangat
teliti, akhirnya dia menemukan serum rabies, yaitu bakteri anjing gila yang
sudah dilemahkan. Tetapi, dia hanya menggunakan serum itu untuk binatang dan
menunngu saaatnya tiba digunakan untuk manusia.
Pada
suatu ketika dia didatangi oleh dua orang dokter dan seorang wanita. Dua dokter
kenalan Louis itu meminta tolong agar dia menolong anak wanita itu dengan serum
rabiesnya karena anaknya telah digigit anjing gila. Awalnya dia ragu, tetapi
akhirnya ia melakukan juga. Tindakannya ini dikecam oleh dunia kedokteran dari
seluruh dunia. Tetapi, setelah mendengar kabar bahwa anak wanita itu sembuh
dengan serum rabies Louis itu, para dokter yang protes itu tidak dapat berbuat
apa-apa. Akhirnya Louis Patsteur dikenal oleh masyarakat dunia dan banyak
sekali pesanan serum buatannya itu, tetapi dia tidak mempunyai modal yang cukup
untuk membuatnya. Sehingga banyak dermawan dan hartawan yang membantunya untuk
modal membuat serum itu.Dia telah sukses dengan serumnya dan memiliki laboratorium
yang cukup besar yang berkembang menjadi Institut Pasteur. Louis Pasteur
diangkat sebagai tokoh pembaharu dunia kedokteran. Tetapi, pada pengangkatannya
itu dia tidak dapat hadir karena sedang sakit parah. Ia meninggal dengan tangan
kirinya memeluk istrinya, Marie Laurent dan tangan kanannya memegang kitab
suci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar